Keindahan Labuan Bajo

Investment in travel is an investment in yourself. Do you agree with this statement?

I think yes! Investment in travel is investment in yourself indeed. Travelling is a beautiful experience and you learn many things along the way. You will see new places, realize new things and will also make friendships that will last a lifetime. You will start feeling lot more independent and will come back a changed person.


Yaaps tepat jam 4.30 pagi, setelah sarapan roti, kita sudah siap dan pindah ke boat kecil untuk menuju Pulau Padar. Anyway, Pulau Padar adalah pulau yang menjadi icon pulau komodo – pulau yang dikelilingi oleh tiga teluk. Pesona Pulau Padar sangat mengagumkan. Disini kita melihat sunrise, sekaligus menjadi spot wajib yang harus didatangi kalau kita trip ke Labuan Bajo!

Mmm…kalau di lihat di instagram, google kelihatannya indah sekali bukan? Yaaaaps memang kuakui sangat indah!
Tapi untuk mencapai puncaknya, diperlukan sebuah perjuangan besar. Kenapa? Karena kita harus menaiki 300 lebih anak tangga untuk mencapai puncak 😫🥵
Wowww baju kami sampai basah, karena keringat bercucuran, ngos ngosan. selain itu, kita harus mengantri jika mau berfoto di puncak tersebut. Tapi Alhamdulillah itu semua terbayar dengan keindahan yang kita lihat begitu sampai dipuncaknya. Benar benar luar biasa. Gak heran kenapa orang orang sangat mengagumkan pulau ini, dan pengen berada disini.

Pulau Padar

Setelah lelah pegel menaiki ratusan anak tangga, kita bermain ke pantai. Yuhuuuu ke pink beach akhirnyaaa😍 pantai dengan pasir berwarna pink. Bagus banget! Warna pink ini berasal dari hewan berukuran mikroskopis bernama Foraminifera yang kemudian memberikan pigmen merah pada koral. Koral-koral tersebut terbawa oleh gelombang menuju pesisir lalu hancur menjadi serpihan dan butiran yang kini menjadi pasir pantai. Yang jelasss ini indah banget! Aku melihatnya sendiri, tidak lagi dari foto foto google sajaa 😝

Kita bermain di pantai ini, foto foto, buat video pake drone, dan lain sebagainyaaa. Tapi pas sampai disini mataharinya sangat terik, sampai kulit kita pada menghitam!

Setelah itu kami snorkeling ke Pulau Manta untuk melihat Ikan Manta. Fyi, ikan Manta adalah salah satu spesies ikan pari terbesar di dunia. Lebar tubuhnya dari ujung sirip dada ke ujung sirip lainnya mencapai hampir 7 meter. Aku sangat excited! Tapi sayangnya kita harus mencari dulu lagi dimana posisi Ikan Mantanya, karena dia berpindah-pindah. Dan kita mencari sampai dikedalaman 15 meter. Haaaa sampai aku sendiri pun takut bukan main! Lemes lihat dalamnya. Ini rezeki lagi untuk kami bisa menemukannya di kedalaman 5-7 meter. Warnanya hitam, dengan badan yang lebar. Woww sangat unik!

Ikan Manta! Dan aku melihatnya secara real :’)

Setelah bertemu dengan Ikan Manta, kita lanjut ke Pulau Taka Makassar. Sebuah pasir timbul yang bisa kita kunjungi untuk bermain air dan berfoto ria hehe!

Berenang di Taka Makasar. Jernih sekali bukan?

Wohooo habis basah basahan, kita ke Taman Nasional Komodo! Tentunya untuk melihat Komodo secara real dong? Hehehe!
Di Taman Nasional Komodo ini, terdapat 1000 lebih Komodo yang ada didalamnya. Namun dengan luasnya yang lebih dari 1000km2, membuat Komodo berada dimana mana. Jadi kadang sulit menemukan keberadaannya. Tapi lagi lagi rezeki, kami menemukannya tidak jauh dari pintu masuk. dan ternyata melihatnya saja membuat kita sangat waspada berada didekatnya. Karena Komodo ini bisa dibilang hewan yang ganas.

Ohyaa sedikit cerita, Komodo ini hanya makan satu atau dua bulan sekali. 80℅ dari tubuhnya dipenuhi dengan makanan. Makananya adalah rusa dan babi hutan. Jadi Komodo bisa bertahan selama waktu tersebut! Dan ketika Komodo menangkap makananya itu, dia mengigitnya kemudian meninggalkannya sampai menjadi bangkai terlebih dahulu. Baru habis itu dia lahap! Air liur Komodo pun sangat mematikan, karena kalau tidak salah mengandung 60 bakteri yang ada didalamnya.

Pengunjung yang datang, tidak boleh memberikan makanan apapun. Kenapa? Karena menurut cerita Ranger, pada tahun 1918, banyak pengunjung yang datang memberinya makan, sehingga Komodo merasa ketergantungan akan itu. Dan akan mengejar pengunjung ketika pengunjung yang datang membawa tas. Karena Komodo berpikir bahwa didalamnya ada makanan!

Sampai pada akhirnya, pada tahun 1991, pulau ini ditetapkan menjadi Taman Nasional Komodo oleh UNESCO, semua peraturan diubah. Komodo harus kembali ke habitat aslinya, untuk berburu makanan sendiri. Dari situlah, pengunjung yang datang tidak boleh membawa makanan dan memberi makan Komodo yang ada disana.

Ohyaa ada cerita juga dari tour guide kami yang kita panggil mas Ubay. Katanya kalau untuk ke Taman Nasional Komodo tidak boleh membawa hewan anjing ataupun monyet. Karena konon katanya kedua binatang itu dikutuk oleh masyarakat di Pulau Komodo. Dulu ada pengunjung yang membawa anjing peliharaan, namun saat tiba di Pulau tersebut, malah mati. Dan juga ada yang pernah membawa monyet, namun tiba tiba pulau Komodo tidak terlihat sama sekali. Seperti hilang dari pandangan.
Terlepas dari cerita itu, gatau benar atau tidaknya…aku hanya sharing saja melalui tulisan ini yaaa! Karena aku juga hanya mendengarnya 😌

Setelah itu kita ke Kampung Komodo. Disini kapal vini kita membutuhkan air tawar! Dan mengambil lah ke kampung ini. Katanya masyarakat dikampung ini umumnya bekerja sebagai nelayan, menjual souvenir, membuat kapal kecil. Dari ceritanya ada hampir 500 KK yang tinggak dikampung ini. Menurutku cukup banyak, karena kalau dilihat dari depan…pulau ini kecil, hanya paling puluhan atau seratusan rumah sajaaa hihi tapi kurang tau juga keadaan yang sebenarnya yaaa! Disini kita tidak turun, hanya menunggu pengisian sampai selesai. Namun cukup untuk kami nikmati pemandangan yang ada…melihat sedikit sunset dengan perubahan warna langit yang cukup indah :’)

Ini dia Kampung Komodo
Sunset di Kampung Komodo

Setelah selesai mengisi air tawar, kita berlayar ke Pulau Siaba dan bermalam disana.

Paginya, kita bangun dengan langit yang sangat cerah, dan air laut yang tenang…

Pagi di Pulau Siaba


Wah waaah lagi lagi bersiap untuk snorkeling di pulau ini. Dan kali ini adalah berburu Turtle! Sama halnya dengan Ikan Manta, kita harus mencari dulu keberadaan Turtle-nya ini. Tapi yeayy kita mendapatkannya! Walaupun tidak banyak…tp kita melihat turtle berenang, mengambil napas ke permukaan, dan melayang di lautan…

Setelah itu kita bergegas untuk menuju pelabuhan, karena tripnya harus berakhir 😥
Sedih…karena masih betah berada di lautan huhu

dan ini dia teman-teman tripku selama saling komodo ini 🙂

Yeayyy!
Itulah perjalananku kali ini. Terimakasih sudah membaca sampai akhir ❤❤

See you on the next trip yaaa!

Cheers,

Jastitahn

Pesona Pulau Padar

Sejak pertama turun dari boat yang menepi di pulau Padar, aku langsung bisa memahami mengapa begitu banyak orang memuji pulau Padar yang cukup tinggi dan indah ini. Kejernihan air berwarna biru tercampur dengan hijau dan kemurnian pasir saat kami menyeberangi jembatan kayu kecil menuju pulau ini benar-benar mengagumkan.

I was happy! You know, that pure “Ah, I can’t believe I’m actually here” kinda happy.

Pulau Padar adalah pulau kecil berbukit yang dikelilingi oleh tiga teluk berwarna biru kehijauan dengan pasir pantainya yang berbeda warna – putih mutiara, hitam dan merah muda muda. Pulau inilah yang menjadi Icon pulau Komodo – dimana banyak tourist local berdatangan untuk bisa mencapai puncak Pulau Padar ini.  

Tapi…

untuk mencapai sebuah keindahan, dibutuhkan sebuah penjuangan.

Yaa pepatah itu memang ada benarnya juga. Ternyata kami membutuhkan waktu sekitar 30 menit atau 45 menit – 1 jam jika kalian hobi berhenti sebentar ambil napas dan foto foto pemandangan untuk mencapai puncak dan menikmati pemandangan dari sudut yang luar biasa ini..

Perjalanan mencapai puncak pulau padar

Menurutku hiking ke Pulau padar ini tidak terlalu berat. Karena sudah difasilitasi anak tangga – yang kurang lebih ada 300 anak tangga. Namun harus mempersiapkan kaki untuk bisa berjalan mencapai puncaknya 😀 dan jangan lupa untuk membawa minum yaaa!

Pemandangan yang disuguhkan selama perjalanan ke puncak Pulau Padar. Indah sekali bukan?

Perjalanan untuk mencapai puncaknya cukup menantang. Namun semua lelah, keringat yang bercucuran terhempaskan begitu saja karena menyaksikan sunrise yang begitu indahnya.

Menikmati sunrise di Pulau Padar

Teriknya matahari yang terpancar membuat aku semakin tertantang untuk bisa mencapai puncak – menikmati keindahannya, menghirup udaranya dan memanjakan mata dengan begitu banyak corak biru dan coklat yang berbeda yang menutupi segala sesuatu dalam satu cakrawala, ke mana pun aku menolehkan kepalaku. Sunggh indahnya, tenang, hampir tak terbayangkan bisa berdiri diatas sini setelah sekian lama aku nantikan :’)

Tak henti-hentinya kuucapkan syukur atas nikmat yang diberikan ini..

CiptaanMu memang luar biasa😇

Pulau Padar sangat cantik sekali! And I think this is my favorite spot in Labuan Bajo.

View on the top of padar island