Merindu Cahaya de Amstel

Setelah lama tidak menonton film di bioskop, akhirnya aku kembali menonton di tahun ini. Salah satu film pembuka tahun 2022, yaitu Merindu Cahaya De Amstel, sebuah film yang diangkat berdasarkan kisah nyata yang di novelkan oleh penulis Arumi E. Film ini dikemas secara menarik dan banyak pelajaran yang bisa kita ambil didalamnya!

Film yang bergenre drama romansa ini berkisah tentang cinta segitiga yang dialami oleh Khadijah Venhoveen (Amanda Rawles), Mala (Rachel Amanda), dan Nicholaas Van Dijk (Bryan Domani).

Film ini diawali dengan scene Nicholaas, seorang yang berprofesi sebagai fotografer. Sore hari saat sedang memotret secara acak dijalanan, kameranya tanpa sengaja membidik sosok Khadijah, seorang gadis Belanda berhijab yang kuliah jurusan sastra Indonesia.

Siapa sangka memotret gadis yang secara tidak sengaja ini justru menjadi awal pertemuan dan perkenalan mereka. Tidak hanya itu, film ini juga mengisahkan cerita perjuangan Khadijah sebelum menemukan Islam, dan mengangkat tentang kisah persahabatan juga kekeluargaan.

Pesan yang ingin disampaikan pada film ini adalah bahwa takdir itu ada. Tidak ada yang namanya kebetulan. Setiap kisah pasti diawali dengan sebuah pertemuan. Entah akan berakhir sedih atau pun bahagia, semua akan ada hikmah dibalik nya.

Baca juga: Setiap Pertemuan Selalu Ada Perpisahan

Di film ini, soundtrack pendukung nya berjudul Tabu. Soundtrack ini dinyanyikan oleh Brisia Jodie yang sukses membuat film ini semakin menarik. Ditambah lirik yang diciptakan oleh Melly Goeslaw sangat menyentuh dan sesuai dengan alur di film nya.

~ Inginku berlari menjauh, tapi wajahmu menghalangi. Langkahpun ku terhenti untuk padamu. Tabu tak mungkin kita lawan, namun ku tetap mau kamu. Cinta dan keyakinan.. bisakah searah..

Ohya menariknya lagi, latar setiap adegan di film ini dilakukan di Amsterdam. Aktifitas di dalam scene nya juga mengikuti kebiasaan masyarakat disana, seperti bersepeda setiap bepergian. Keindahan dan keunikan kota Amsterdam yang ditunjukkan dalam film ini membuat aku ingin suatu saat bisa mengunjungi nya.

So far film Merindu Cahaya De Amstel bagus untuk ditonton. Alurnya yang ringan dan menarik dan banyak pelajaran yang bisa kita ambil selama menonton film ini. Tentunya ada beberapa scene yang membuat kita menjatuhkan air mata juga. Saking terharunya!

Cheers,

Jastitahn

Flip, a platform that helps people save their administration fees!

Siapa yang belum tau Flip?

Flip adalah sebuah platform untuk melakukan transfer antar bank tanpa biaya. Platform ini sudah ter-lisensi oleh Bank Indonesia dengan Nomor Izin 18/196/DKSP/68.

Seperti yang kita tau, melakukan proses transfer beda bank dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 6.500. Biaya ini memang terlihat kecil, namun sebenarnya jika di akumulasi akan menjadi besar lho! 

Berangkat dari masalah kecil yang tidak kita sadari, terbentuklah Flip sebagai solusi untuk masyarakat dalam menghemat biaya administrasi dari proses transfer antar bank.

Bagaimana cara kerja Flip?

Cara kerja flip cukup sederhana. Bisa kita lihat skema di bawah ini:

Flip bekerja sebagai jembatan transaksi antar bank. Kita hanya perlu melakukan transfer terlebih dahulu ke rekening Flip yang sama dengan bank yang kita miliki yang disertai dengan kode unik. Kemudian Flip akan meneruskan nominal yang ingin di transfer ke rekening tujuan.

Kode unik adalah kode nominal saat melakukan transfer uang. Misalkan kita ingin transfer Rp 200.000, maka akan diminta mentransfer Rp 200.111, dimana – Rp 111 adalah kode unik yang memudahkan proses verifikasi.

Kode unik ini akan dikumpulkan menjadi Saldo Flip yang dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, token listrik atau ditarik ke rekening kita. Menarik sekali bukan? Saya sudah beberapa kali menukarkannya kedalam pembelian pulsa juga lho!

Saat ini, Flip telah menyediakan kerja sama dengan banyak bank, sepertinya hampir semua bank bisa.

Selain kirim uang, Flip juga menyediakan menu isi pulsa, isi paket data dan token listrik. Ditambah dengan adanya pilihan Flip Globe yang memungkinkan kita kirim uang ke beda negara.

Darimana Keuntungan Flip?

Pertanyaan ini sempat muncul beberapa kali di benak saya sejak dahulu. Jika transaksi ini gratis, maka dari mana ya Flip memperoleh keuntungan? Tidak mungkin kan Flip memberikan cuma-cuma.

Layanan FLIP ada 2, yaitu FLIP regular (personal) dan Big FLIP (bisnis).

  1. FLIP reguler
    perhari limit transaksi per user adalah Rp 5.000.000 untuk gratis biaya administrasi. Jika transaksi berikutnya yang melebihi limit Rp 5.000.000 akan dikenakan biaya sebesar Rp 2.500/transaksi.
  2. Big FLIP
    Layanan ini diperuntukkan kepada bisnis/perusahaan. Tentunya pengguna jasa akan membayar layanan ini kepada FLIP.

Pengalaman Menggunakan Aplikasi Flip

Sejauh ini pengalaman saya menggunakan aplikasi Flip cukup nyaman. Saya mengandalkan aplikasi ini setiap kali ingin melakukan transfer beda bank untuk menghindari biaya administrasi.

Saya mungkin salah satu user awal Flip sejak platform ini terbentuk. Dimana saat itu proses transaksinya masih menggunakan website, bahkan proses verifikasinya masih dilakukan secara manual. Untuk verifikasi manualnya, saya masih ingat jelas ada tim Flip yang menunggu di stasiun UI, Pondok Cina, Depok, dan beberapa stasiun lainnya di hari dan jam yang telah ditentukan. Ohya di aplikasi ini pun mencatat historis transaksi saya, ”Halo Jastitah, kamu telah menghemat Rp 988.500 sejak menggunakan FLIP”.

Cukup besar yaa ternyata? Saya telah menghemat biaya administrasi yang rasanya tidak akan saya sadari kalau saya terus-terusan melakukannya.

Saat ini, sudah ada beberapa platform lain atau pun bank digital yang bisa melakukan transfer antar bank gratis, seperti melalui DANA dan OY! Indonesia. Mungkin di post-an saya selanjutnya, saya akan mencoba membandingkan beberapa platform tersebut ya.

Nah, sekian review saya mengenai aplikasi Flip, sebagai salah satu platform transfer antar bank yang bebas biaya administrasi. Kalau kamu belum pernah mencobanya, silahkah coba registrasi disini. Semoga bermanfaat yaa!